MAKKAH – Langit di atas Dua Masjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menjadi saksi bisu sebuah fenomena alam yang sangat langka dan istimewa. Tadi malam, 7 September 2025 yang bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1447 H, Gerhana Bulan Total berwarna merah tembaga terlihat jelas, menciptakan pemandangan yang menakjubkan bagi jutaan umat muslim di sana.
Pemandangan langka ini terlihat sempurna di atas menara-menara masjid yang megah. Cahaya bulan yang meredup dan berubah warna menjadi merah pekat seolah melengkapi keagungan malam di kota suci. Menurut para ahli astronomi, fenomena Gerhana Bulan Total seperti ini hanya akan kembali terlihat pada tahun 2028.
Fenomena alam ini adalah salah satu tanda keagungan Allah Subḥānahu wataʿālā, yang dalam Islam dikenal sebagai Sunnatullah. Gerhana bulan dan matahari bukan terjadi karena suatu kebetulan, melainkan atas kehendak-Nya. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
“Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah dan dirikanlah salat hingga gerhana itu usai.” (HR Bukhari)
Hadis ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk mengambil momen gerhana sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah, memanjatkan doa, dan melaksanakan salat gerhana. Dengan demikian, keindahan alam ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga momentum spiritual yang mendalam.
Baca juga:
Sholat Khusuf: Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Sesuai Sunnah Nabi








