SHOLAT gerhana bulan, atau disebut juga sholat khusuf, adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan saat terjadi fenomena gerhana bulan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ibadah ini merupakan wujud pengingat akan kebesaran Allah SWT. Dengan melaksanakannya, umat Islam dapat memperbanyak zikir dan doa.
Niat dan Jumlah Rakaat Sholat Gerhana
Sholat gerhana bulan terdiri dari dua rakaat. Walaupun jumlahnya sama seperti sholat sunnah biasa, sholat ini memiliki tata cara khusus: setiap rakaatnya memiliki dua kali ruku’ dan dua kali berdiri (qiyam) untuk membaca Al-Fatihah dan surat. Dengan demikian, total terdapat empat kali ruku’ dan empat kali qiyam dalam sholat dua rakaat ini.
Berikut adalah niat sholat gerhana bulan:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatal khusūfi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.”
(Aku niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta‘ala.)
Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
Berikut adalah langkah-langkah sholat gerhana bulan sesuai dengan tuntunan sunnah:
- Takbiratul Ihram (dengan niat di dalam hati), lalu dilanjutkan dengan membaca doa iftitah (sunnah).
- Rakaat Pertama, Qiyam Pertama: Membaca Surat Al-Fatihah dan surat panjang (seperti Al-Baqarah).
- Ruku’ Pertama: Dilakukan dengan durasi lebih lama dari ruku’ sholat biasa.
- Bangkit dari Ruku’ (i’tidal): Mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah” dan dilanjutkan dengan berdiri kembali.
- Rakaat Pertama, Qiyam Kedua: Membaca Al-Fatihah dan surat panjang lainnya (lebih pendek dari yang pertama).
- Ruku’ Kedua: Dilakukan dengan durasi lebih lama dari ruku’ biasa.
- I’tidal lalu Sujud: Sama seperti sholat biasa, dilanjutkan dengan dua kali sujud.
- Rakaat Kedua: Melakukan langkah-langkah yang sama seperti rakaat pertama, yaitu dua kali qiyam, dua kali ruku’, dan sujud.
- Diakhiri dengan Tasyahud Akhir dan Salam.
Khutbah dan Amalan Sunnah Saat Gerhana
Setelah sholat selesai, imam disunnahkan untuk menyampaikan khutbah. Isi khutbah biasanya berisi ajakan untuk memperbanyak zikir, istighfar, doa, dan sedekah. Tujuannya adalah untuk mengingatkan jemaah bahwa gerhana adalah tanda kekuasaan Allah, bukan sekadar fenomena biasa.
Sesuai dengan hadis Rasulullah ﷺ, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan lainnya saat gerhana, seperti:
- Berdzikir dan beristighfar.
- Berdoa memohon ampunan.
- Bersedekah.
- Membaca Al-Qur’an.
Dalil dan Kesimpulan
Sholat gerhana bulan merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdoalah, bertakbirlah, sholatlah, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan melaksanakan sholat gerhana, kita diingatkan bahwa seluruh fenomena alam adalah tanda kekuasaan Allah SWT. Ibadah ini menjadi momen untuk kembali merenungi kebesaran-Nya dan mendekatkan diri melalui doa dan amal shalih.






