Apa Itu Hajar Aswad?
Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam yang terletak di salah satu sudut Ka’bah, tepatnya di sudut timur laut. Nama “Hajar Aswad” berasal dari bahasa Arab: hajar berarti batu, dan aswad berarti hitam.
Batu ini bukanlah batu biasa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hajar Aswad adalah batu yang berasal dari surga.”
Keutamaan dan Fakta Menarik Hajar Aswad
1. Sunnah Mencium Hajar Aswad
Mencium atau menyentuh Hajar Aswad adalah sunnah dalam thawaf, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Sayyidina Umar RA berkata:
إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ، لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ، وَلَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ
“Aku tahu kamu hanyalah batu, tidak memberi manfaat atau mudarat. Andai aku tidak melihat Nabi ﷺ menciummu, aku tidak akan melakukannya.” (HR. Bukhari)
Jika tidak memungkinkan untuk menyentuh, cukup lewat tanpa memberi isyarat.
2. Terletak di Sudut Ka’bah yang Mulia
Hajar Aswad berada di sudut timur laut Ka’bah, bagian yang pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam:
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 127)
3. Titik Awal Thawaf
Setiap jamaah haji dan umrah memulai thawaf dari titik Hajar Aswad. Posisi ini menjadi penanda awal putaran ibadah mengelilingi Ka’bah.
4. Menjadi Saksi di Hari Kiamat
Dalam riwayat Tirmidzi dan Thabrani, disebutkan bahwa Hajar Aswad akan menjadi saksi di hari kiamat bagi siapa pun yang menyentuhnya dengan penuh keimanan. Beberapa riwayat juga menyebutkan bahwa batu ini akan memberikan syafaat yang diterima oleh Allah SWT.
5. Pernah Hendak Dihancurkan
Pada abad ke-11, seorang pria yang diduga utusan Khalifah Fatimiyah al-Hakim bin-Amr berusaha menghancurkan Hajar Aswad, namun tewas di tempat. Insiden ini menyebabkan kerusakan pada batu suci tersebut.
Pada tahun 1674, menurut Jihann Ludwig Burckhardt, seseorang bahkan mengolesi batu ini dengan kotoran, menyebabkan jamaah yang menciumnya menjadi ternoda.
6. Sempat Dicuri
Pada tahun 930 M, pasukan Qarmatians menjarah Mekah dan mencuri Hajar Aswad. Batu tersebut dibawa ke wilayah Ihsaa (Arab Timur modern) dan dipasang di Masjid Al-Dirar untuk mengalihkan ibadah haji dari Mekah.
Namun, upaya itu gagal. Pada tahun 952 M, Hajar Aswad dikembalikan ke tempat asalnya di Ka’bah.
7. Pecah Menjadi Beberapa Bagian
Awalnya berbentuk utuh, kini Hajar Aswad terdiri dari delapan pecahan kecil yang ditempelkan pada batu besar dan dibingkai perak di sudut Ka’bah. Saat ini, Hajar Aswad telah ditempelkan ke sebuah batu yang lebih besar dan dibingkai oleh perak. Bingkai itu dibuat oleh Abdullah bin Zubair.
Menurut Life in Saudi Arabia, enam pecahan lainnya diklaim berada di Istanbul, Turki—di Blue Mosque, makam Nabi Sulaiman, dan Masjid Sokullu Sehit Mehmet Pasa.
Makna Spiritual Hajar Aswad
Menyentuh Hajar Aswad bukan sekadar ritual, melainkan bentuk ittiba’ (mengikuti sunnah Nabi ﷺ) dan simbol kerinduan akan surga dimana manusia sesungguhnya berasal.






