Bagi jamaah umroh maupun haji, memahami bagian-bagian penting Ka’bah merupakan bekal penting agar ibadah di Masjidil Haram dapat dijalani dengan lebih khusyuk. Setiap sudut Ka’bah memiliki sejarah dan nilai spiritual yang mendalam, serta berkaitan erat dengan rangkaian ibadah seperti thawaf dan doa.
Panduan ini disusun untuk membantu jamaah—termasuk jamaah pemula dan umroh keluarga—agar lebih memahami tempat-tempat utama di sekitar Ka’bah.
Hajar Aswad – Titik Awal dan Akhir Thawaf

Hajar Aswad terletak di sudut timur Ka’bah dan menjadi penanda dimulainya serta diakhirinya thawaf. Batu ini diyakini berasal dari surga dan kini terbingkai dalam pelindung perak.
Jamaah dianjurkan untuk mengusap atau mencium Hajar Aswad jika memungkinkan. Namun, bila kondisi padat, cukup memberi isyarat dengan tangan sambil bertakbir—tanpa memaksakan diri.
Maqam Ibrahim – Jejak Nabi Ibrahim

Tidak jauh dari Ka’bah terdapat Maqam Ibrahim, sebuah batu yang diyakini merupakan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim عليه السلام saat membangun Ka’bah. Batu ini kini berada dalam pelindung kaca berwarna keemasan.
Setelah menyelesaikan thawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, jika situasi memungkinkan.
Hijr Ismail (Hateem) – Dinding Bagian Ka’bah yang Terbuka

Hijr Ismail, atau dikenal juga sebagai Hateem, adalah area setengah lingkaran di sisi barat laut Ka’bah. Meskipun berada di luar bangunan Ka’bah, area ini termasuk bagian darinya.
“Aku bertanya kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam tentang dinding (maksudnya hijr Ismail) apakah ia termasuk Ka’bah?” Beliau menjawab, “Ya.” Saya bertanya, “Kenapa mereka tidak memasukkan ke dalam Ka’bah?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya kaum anda kekurangan dana.” (HR. Bukhari, 1584 dan Muslim, 1333)
Mizab Rahmah – Talang Air Berbalut Emas

Di bagian atap Ka’bah terdapat Mizab Rahmah, pancuran emas yang mengalirkan air hujan langsung ke area Hijr Ismail.
Mizab al-Rahman terletak di bagian atas Ka’bah tepat pada arah Hijr Isma’il atau disebelah barat daya Ka’bah, tepatnya 60 cm di bawah atap Ka’bah. Mizab ar-Rahman ini berfungsi untuk memperlancar jalannya air saat hujan atau saat pencucian Ka’bah. Talang ini belum ada pada masa Nabi Ibrahim AS dan dibuat oleh suku Quraisy bersamaan dengan dibuatnya atap Ka’bah.
Syadrawan – Pondasi Marmer Ka’bah

Syadrawan adalah lapisan marmer di bagian bawah dinding Ka’bah yang mengelilingi tiga sisinya. Sisi utara dibiarkan tanpa Syadzarwan, memungkinkan orang yang berada di bawah Mizab (pancuran air) Ka’bah untuk berdiri tanpa terhalang.
Struktur melengkung yang mengelilingi bagian bawah dinding Ka’bah di area tempat dilakukannya tawaf. Penamaan ‘Syadzarwan’ sendiri menunjukkn fungsinya sebagai penutup atau pelindung bagian bawah Ka’bah.
Multazam – Tempat Mustajab untuk Berdoa

Terletak di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad, Multazam dikenal sebagai salah satu tempat paling mustajab untuk memanjatkan doa. Jamaah sering menempelkan tubuh dan memanjatkan doa dengan penuh harap di area ini.
Multazam juga dikenal dengan nama Al-Mutawwath dan Al-Mada.
Para jemaah yang tawaf dianjurkan untuk memanjatkan doa di Multazam sambil menempelkan kedua pipi, dada, kedua lengan, dan kedua telapak tangan mereka pada dinding Ka’bah dengan penuh khusyuk.
Hal ini dipraktikkan sebagai upaya meniru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang konsisten melakukan iltizam, yaitu menempelkan dada, sisi wajah kanan, kedua lengan, dan telapak tangan secara terbuka pada dinding Ka’bah.
Rukun Yamani – Sudut yang Disunnahkan untuk Disentuh

Rukun Yamani berada di sudut barat daya Ka’bah dan menghadap ke arah Yaman. Rasulullah ﷺ diketahui menyentuh sudut ini saat thawaf.
Penamaannya, Rukun Yamani, merujuk pada posisinya yang menghadap ke arah Yaman. Saat melewati Rukun Yamani, jemaah sangat dianjurkan untuk mengusapnya sebagai bagian dari ibadah tawaf.
Sunnah ini dijelaskan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari riwayat Ibnu Umar, yaitu
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ لَا يَسْتَلِمُ إِلَّا الْحَجَرَ وَالرُّكْنَ الْيَمَانِي
Artinya: “Nabi ﷺ dulu hanya mengusap Hajar Aswad dan rukun Yamani.”
Doa Antara Bacaan Rukun Yamani Dan Hajar Aswad
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Musalla Jibril – Tempat Malaikat Jibril Mengajari Nabi (ﷺ) Cara Shalat

Di dekat sudut kanan selatan pintu Ka’bah terdapat Musalla Jibril, ditandai dengan batu-batu cokelat yang tertanam di lantai marmer. Tempat ini diyakini sebagai lokasi Malaikat Jibril عليه السلام mengajarkan tata cara shalat kepada Rasulullah ﷺ sebelum peristiwa Isra dan Mi’raj.
Dikenal juga sebagai Mujjan , Musallah Jibreel ditandai dengan delapan keping marmer cokelat yang berbeda, yang disebut Batu Maryam , yang merupakan salah satu jenis marmer paling langka di dunia. Kepingan marmer unik ini merupakan hadiah dari Khalifah Abu Jafar al-Mansur. Kepingan terbesar berukuran lebar 21 cm dan panjang 33 cm, SubhanAllah.
Musallah Jibreel terletak di kaki Ka’bah Suci, dekat pintunya, di sisi kanan bawah. Ini adalah lokasi yang dihormati, penuh dengan sejarah, karena di sinilah Jibreel (AS) datang untuk mengajarkan Nabi Muhammad (ﷺ) cara melaksanakan lima shalat harian yang telah menjadi inti ibadah Islam.







