Apa Itu Rukun Yamani?
Ka’bah memiliki empat sudut utama yang disebut rukun:
- Rukun Hajar Aswad
- Rukun Yamani
- Rukun Syami
- Rukun ‘Iraqi
Di antara keempatnya, Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad memiliki keistimewaan khusus dalam ajaran Rasulullah ﷺ. Rukun Yamani terletak di sisi barat daya Ka’bah, menghadap ke arah Yaman. Nama “Yamani” berasal dari letak geografisnya dan merupakan bagian dari pondasi asli Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam.
Keutamaan Rukun Yamani Menurut Hadis
Dalam riwayat sahih dari Ibnu Umar RA, disebutkan:
“Aku tidak melihat Nabi ﷺ menyentuh bagian dari Ka’bah kecuali dua rukun Yamani (Rukun Yamani dan Hajar Aswad).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa menyentuh Rukun Yamani saat thawaf adalah sunnah yang dianjurkan, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah ﷺ.
Doa Mustajab di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Salah satu momen paling istimewa dalam thawaf adalah saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Di tempat ini, Rasulullah ﷺ senantiasa membaca doa berikut:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Hadis dari Abdullah bin As-Sa’ib RA menegaskan bahwa doa ini dibaca oleh Nabi ﷺ di antara dua rukun tersebut (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Keistimewaan Rukun Yamani
Berikut beberapa keutamaan Rukun Yamani yang dicatat para ulama:
- Disentuh langsung oleh Nabi ﷺ
Rukun Yamani adalah sudut yang secara rutin disentuh oleh Nabi ﷺ ketika thawaf, sehingga hal ini menjadi amalan sunnah bagi umat Islam. - Tidak dianjurkan untuk dicium
Berbeda dengan Hajar Aswad, Rukun Yamani hanya disunnahkan untuk disentuh. Jika tidak memungkinkan, cukup lewat tanpa memberi isyarat atau mencium tangan. - Tempat doa mustajab
Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad terdapat tempat yang dikenal mustajab untuk berdoa, dengan doa yang diajarkan Nabi ﷺ seperti tercantum dalam Al-Baqarah ayat 201. - Menghapus dosa-dosa kecil
Dalam riwayat disebutkan, menyentuh Rukun Yamani dengan penuh iman dapat menjadi sarana penghapusan dosa-dosa kecil. - Penunjuk arah kiblat
Sebagai bagian dari sudut Ka’bah, Rukun Yamani ikut menjadi penunjuk arah kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia, simbol persatuan dalam shalat dan iba
Makna Spiritual dan Pesan Ibadah
Rukun Yamani berdiri di atas pondasi asli Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS. Sementara dua sudut lainnya (Syami dan ‘Iraqi) dibangun di luar pondasi karena keterbatasan bahan saat itu.
Menyentuh Rukun Yamani berarti berinteraksi langsung dengan warisan spiritual Nabi Ibrahim, dan doa di antara dua rukun mencerminkan kesempurnaan hidup: dunia, akhirat, dan keselamatan dari neraka.
Bagi jutaan jamaah umroh dan haji, momen menyentuh Rukun Yamani seringkali menjadi pengalaman spiritual mendalam. Meski dalam kondisi padat, banyak jamaah berusaha menyentuhnya sebagai bentuk ittiba’ (mengikuti sunnah Nabi ﷺ).
Meski menyentuh Rukun Yamani adalah sunnah, para ulama menekankan bahwa keselamatan dan ketenangan thawaf lebih utama. Jika tidak memungkinkan, cukup lewat dengan khusyuk tanpa memaksakan diri.








